2 Mei 2013

Apa itu HIV-AIDS



Apa Itu HIV - AIDS
dr.Fathurrohim, M.kes
Hepi Dhian Nurhuda
Sie Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Bnaten



HIV atau Human Immunodeficiency Virus yaitu virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia sehingga kemampaun tubuh untuk melawan berbagai penyakit menjadi menurun. Sedangkan AIDS atau Acquired Immuno Defficiency Syndrome adalah kondisi kritis seseorang yang terinveksi HIV

Sampai sekarang AIDS masih nggak ada obatnya, alias sekali kena HIV, ya sampai selamanya HIV ada di dalam tubuh, hingga akhirnya meninggal dalam keadaan AIDS. Yang kedua, karena penyebaran AIDS sekarang ini mulai melonjak di kalangan anak muda.

Ternyata hanya sebagian kecil kaum muda Indonesia yang punya pemahaman yang benar tentang HIV-AIDS. Oleh karena itu, sangat diharapkan kita semua dapat memahami apa itu HIV-AIDS agar dapat terhindar dari penularan HIV-AIDS, dan ikut mencegah penyebarannya di kalangan anak muda terutama pada kelompok usia 15 – 24 tahun.

Bagaimana Cara penularan HIV
  • Melalui Tranfusi darah
  • Melalui Cairan Kelamin
  • Melalui ASI ( Air Susu Ibu)

Bagaimana Cara mencegah penularan HIV
  1. Abstinence  : Tidak melakukan seks pra nikah.
  2. Be Faithful : Setia dengan pasangan masing-masing dan tidak melakukan prilaku beresiko.
  3. Condom : Menggunakan kondom bagi pasangan yang syah, bila salah satunya terinfeksi HIV atau pasangan yang beresiko tinggi tertular HIV agar tidak menularkan.
  4. No Drug Use : Tidak menggunakan Narkoba dan Zat Psikotropika lainnya
E.    Education : Untuk anak muda!!  Cari tahu lebih banyak tentang HIV - AIDS

Jiwa yang tegar menolak menggunakan narkoba, Hati yang murni menolak melakukan seks beresiko...
AKU BANGGA AKU TAHU

1 Mei 2013

Waspada dan kenali TETANUS

waspada dan kenali Tetanus
dr. Fathurrohim, M.Kes
Sie Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Banten

 Tetanus merupakan suatu ganggguan neuroligis yang ditandai dengan Suatu Gangguan Spasme dan peningkatan tonus otot yang disebabkan oleh toksin kuman clostridium tetani yang memliki ciri bacilus gram positif, berspora dan anaerob.

  • Epidemologi  Terjadi di seluruh dunia tersebar luas di tanah dan kotoran hewan serta mengenai semua usia
  • patogenesis kontaminasi luka dengan kuman tetanus sering terjadi dalam keadaan anaerob di sukai oleh kuman tetanus misalnya : luka tusuk dalam, luka akibat kecelakaan, luka riungan seperti luka gores, luka telinga dan luka bakar.
Empat Type Tetanus.   
1. Generalisata 
2. Lokal
3. Neonatus
4. Sefalik

Gejala Klinis

1. Tetanus Mempunyai Masa tunas 2 - 21 hari disertai dengan demam ringan, sikap mulut menyeringai ( risus sardonicus ), trismus, opistotonus, ketegangan otot rahang dan leher    
(lockjaw).
2. Pasien dengan tetanus mempunyai kesadaran tetap baik dan disertai gangguang pernafasan akibat spasme otot pernafasan dan laring yang dapat menyebabkan kematian.

Pencegahan 

1. dengan imunisai aktif ( setelah pemberian imunisasi dasar dan selanjutnya dapat di ulang setiap sepuluh tahun).
2. Imunisasi ibu Hamil dan persalinan yang adekuat untuk mencegah tetanus neonatorum.

    

Peduli dengan Aterosklerosis

PEDULI DENGAN ATEROSKLEROSIS !!!

dr.Fathurrohim, M.Kes
Sie Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Banten 


 Aterosklerosis merupakan sebuah keadaan terbentuknya plak (penumpukan lemak yang mengeras) di dalam pembuluh darah. Arteri yang sehat memiliki dinding pembuluh darah yang rata dan halus sehingga aliran darah yang melalui saluran tersebut dapat mengalir lncar, tidak ada hambatan.
kadar lemak dan kolesterol yang tinggi di dalam darah akan menyebabkan terjadinya deposit (penumpukan) di dinding arteri, selanjutnya di dalam dinding pembuluh darah dari beberapa arteri di dalam tubuh anda, terjadi deposit lemak yang disebut plak.  Seiring dengan bertambahnya timbunan lemak, dinding pembuluh darah menggelembung  ke arah luar, saluran pembuluh darah semakin sempit sehingga aliran darah terlambat, keadaan ini kita sebut sebagai ateroklerosis.
Bila kadar kolestrol darah tetap tinggi, plak akan terus bertambah, saluran pembuluh darah semakin sempit. kondisi ini tidak stabil dan akibatnya bisa membahyakan, pada akhirnya salah satu plak tersebut dapat rontok dan mencetuskan terjadinya gumpalan darah yang menyumbat pembuluh darah keadaan ini yang menyebabkan terjadinya stroke dan serangan jantung. 
Akibat dari aterosklerosis adalah pecahnya plak dan menyebakan terjadinya gumpalan darah. gumpalan darah ini dapat menyumbat arteri atau bisa lepas dan ikut dalam aliran darah yang kemudian menyumbat pembuluh darah lain. hal yang terjadi selanjutnya tergantung dari pembuluh darah dimana yang tersumbat, bila pembuluh darah koroner tersumbat akan timbul serangan jantung, sedangkan bila pembuluh darah otak yang terkena, dapat terjadi stroke.
Kemungkinan lain yang dapat terjadi adalah pembuluh darah menyempit, sehingga aliran darah terbatas. bila hal ini terjadi pada pembuluh darah yang menuju ke otot jantung, maka dapat terjadi nyeri dada ( disebut sebagai angina) atau serangan jantung. bila pembuluh darah otak yang terkena, dapat terjadi stroke.

Faktor - Faktor Terjadinya Aterosklerosis :

1. Kadar kolesterol tingg
2 . Tekanan darah tinggi
3. Kegemukan ( Obesitas)
4. Kurang Olahraga
5. Merokok
6. Mengkonsumsi Alkohol
7. Kebiasaan makan tidak sehat

Pencegahan Aterosklerosis :

1. Hindari makanan berlemak tinggi
2. Tingkatkan aktivitas fisik
3. Berolahraga secara teratur minimal 30 menit
4. Hindari konsumsi alkohol        
5. Stop merokok  



 

29 April 2013

Koordinasi program promosi kesehatan tingkat provinsi banten 2013




PERTEMUAN KOORDINASI LINTAS SEKTOR DAN 
LINTAS PROGRAM PROMOSI KESEHATAN 
TINGKAT PROVINSI BANTEN TAHUN 2013 











Dengan Meningkatnya Pengetahuan Masyarakat dalam memperoleh Pelayanan Kesehatan yang optimal dan terjangkau oleh berbagai lapisan bidang masyarakat, maka sumber daya kesehatan di tuntut untuk lebih bekerja profesional yang menjamin outcome yang di raskan langsung oleh masyarakat. hal tersebut terdapat dalam undang undang No. 36 Tahun 2009 tentang kesehatan yang menyatakan bahwa setiap orang memiliki hak yang sama dalam memperoleh akses atas sumber daya di bidang kesehatan serta memperoleh pelayanan kesehahatan yang aman, bermutu dan terjangkau. Sejalan dengan undang- undang tersebut visi kementerian kesehatan yaitu masyarakat sehat mandiri dan berkeadilan dengan misi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, melalui pemberdayaan masyarakat, termasuk swasta dan masyarakat madani.

Hari Kesehatan Sedunia ke 65 tingkat Provinsi Banten

PERINGATAN HARI KESEHATAN SEDUNIA KE-65
TINGKAT PROVINSI BANTEN TAHUN 2013 
 
 








Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang menjadi tanggung jawab setiap orang, keluarga dan masyarakat serta didukung oleh pemerintah. Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan mengamanatkan Pembangunan Kesehatan ditujukan bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis.
Peringatan Hari Kesehatan Sedunia tahun 2013 mengusung tema “Waspadai Hipertensi, Kendalikan Tekanan Darah” (“Blood Pressure Take Control”). Melalui tema Waspadai Hipertensi diharapkan kita semua akan lebih memperhatikan dampak dan tantangan kesehatan masyarakat akibat hipertensi. Untuk itu upaya kesehatan harus ditingkatkan secara terus-menerus untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dalam bentuk pencegahan penyakit, peningkatan kesehatan, pengobatan penyakit dan pemulihan kesehatan, karena setiap orang berhak untuk memperoleh pelayanan kesehatan, lingkungan yang sehat dan penyampaian informasi serta edukasi tentang kesehatan yang seimbang dan bertanggung jawab.
 Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat serta menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan juga menjadi  tanggung jawab masyarakat, oleh karenanya dalam hal ini perlu kiranya dukungan dan peran serta dalam pelaksanaannya. Pelaksanaan rangkaian Hari Kesehatan Sedunia yang ke – 65 dan sosialisasi rencana operasional Rumah Sakit Umum Daerah Banten ini akan melibatkan berbagai sektor termasuk dari sektor pendidikan dan olah raga dalam upaya mempromosikan perilaku hidup bersih dan sehat di kalangan masyarakat dan siswa.